Saturday, 22 September 2018

Motivasi Sukses Untuk Diri Sendiri Sebagai Pengobar Api Semangat Yang Sudah Redup

Ini bukan sembarangan Postingan! Siapapun yang singgah lalu membacanya dengan seksama pasti akan tergugah. Ada makna yang begitu dalam dan penuh arti untuk membangkitkan semangat. Sangat patutlah kiranya untuk Anda yang api-api semangatnya sudah mulai redup, sehingga mengobarkan semangat penuh keinginan untuk maju dan sukses.


Berbagai kalangan dari tokoh-tokoh dunia akan dikutip dalam postingan ini, mereka mengungkapkan apa yang mereka pikirkan, sehingga pantas untuk direnungkan. Kata-kata yang mereka sampaikan bagaikan melecutkan kesadaran kita, ternyata setiap orang memiliki wawasan dan cara berfikir yang berbeda dalam menjalani hidupnya. Yakinlah, ketika anda membacanya, semangat akan tergugah, anda seolah terpacu untuk maju dan sukses. 

Ada kalanya apa yang orang lain pikirkan itu benar, meskipun orang yang mengatakannya tidak kita sukai. 


Ingatlah, walau pun kata-kata itu keluar dari mulut seorang pembesar sekalipun, jika itu jelek maka buanglah. Namun sebaliknya, jika kata-kata itu keluar dari mulut seorang pecundang atau gembel sekalipun, jika itu baik maka terimalah.

Ini bukan sembarangan postingan, jika Anda tidak tergugah itu adalah bohong.

Hanya orang cerdas yang tidak menyia-nyiakan waktu. Sebab demi sang penguasa jagad, waktu yang berlalu takan akan pernah kembali.
Tanpa menyadarinya, dia akan terbang meninggalkan anda. 
Sungguh sangat disayangkan kalau setiap waktu yang berdetak saat ini hanya anda habiskan dengan duduk santai atau berleha-leha, sebab seandainya saja orang-orang terdahulu bisa diberi kesempatan hidup lebih lama. maka kemungkinan mereka akan mereka akan menggunakan kesempatan itu sangat hati-hati.

Melanjutkan membaca artikel motivasi sukses untuk diri sendiri, anda akan tahu, kalau sebenarnya mereka memiliki pandangan yang tinggi akan arti hidup, kesuksesan yang mereka dapat, mungkin saja akan lebih tinggi lagi, jika saja waktu berkenan atas mereka.

Sesungguhnya bukan waktu yang menentukan Kesuksesan anda, namun perjuangan dan motivasi dalam diri andalah yang paling berperan penting!

Berkatalah menurut hati nuranimu :

Dalam sebuah revolusi, bapak makan anak itu adalah hal yang lumrah. (Ir. Soekarno - Presiden Pertama RI)

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. (Ir. Soekarno - Presiden Pertama RI)

Siapa saha yang mencoba melawan, akan saya gebuki (Soeharti - Presiden Kedua RI)

Nabi saja seorang pemimpin Dunia, tapi nggak sarjana kok. (Megawati Soekarnoputri - Presiden ke-5 RI)

Lebih baik diasingkan daripada menyerah kepada kemunafikan (Soe Hok Gie)

Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan pemikiran terakhirlah yang paling baik. (Robert Hall).

Kecantikan Selalu menjanjikan. Namun tidak pernah memberikan apapun. (Simone Well, pilsuf Inggris)

Semua orang berfikir untuk mengubah dunia. Tapi tak seorangpun berfikir untuk mengubah dirinya sendiri. (Leo Tolstoy)

Jika seseorang ingin impiannya menjadi kenyataan, dia harus bangun. (Anonim)

Sungguh beruntung bagi orang tua yang bisa hadir banyak waktu dalam usia keemasan anaknya, karena usio 0 hingga 4.5 tahun adalah saat dimana bermilyar-milyar sel otak manusia berkembang (Ari Irawan Nugroho)

Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak (Aldus Huxley)

Orang bija berbicara kerena ia memiliki sesuatu untuk dikatakan. Orang bodoh bicara karena ia atau dia harus mengatakan sesuatu (Plato)

Jangan takut dengan kesalahan. Kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahan. (Paul Galvin, fonder Motorola)

Laksanakan tugas mudah seakan tugas sulit. Kerjakan tugas sulit seakan tugas mudah. Dalam Kasus pertama. rasa percaya diri tak akan terlena. Dalam kasus kedua, rasa percaya diri tak akan putus asa. (Baltasar Gracian)

Pemenang membandingkan prestasi-prestasi mereka dengan tujuan-tujuan mereka. Pecundang membandingkan prestasi mereka dengan prestasi orang lain. (Nido Qubein)

Jika anda harus membuat pilihan dan anda tidak melakukannya, itu saja sudah pilihan (William James)

Untuk menangani diri anda sendir, gunakan kepala anda. Untuk menanangani orang lain, gunakan hati anda. (John C. Maxwell)

Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan (kemahiran) itu bukanlah tindakan, tapi sebuah kebiasaan. (Aristotle)

Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh (Andrew Jakson)

Hatimu belum benar-benar hidup sebelum merasakan sakit. (Hazret Inayat Khan)

Pada akhirnya, inilah tujuan pemilihan umum. Apakah kita berpartisipasi dalam politik sanisme atau harapan? (Barrack Obama)

Terpuruk dalam masalah merupakan peluang hebat untuk kita (Albert Einstein)

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. (Evelyn Underhill)

Orang yang berpikir dengan akal sehat menyesuaikan diri dengan dunia. ORang yang tidak menggunakan akal sehat berkeras untuk mencoba menyesuaikan dunia dengan dirinya. (George Bernar Shaw).

Kooperatif adalah mengerjakan apa yang harus anda kerjakan bagaimanapun juga. (Hidayatul Aini)

Persahabatan membuat kesejahteraan lebih meningkat, dan memperingan kesukaran, dengan membagikan dan memecahkan bersama. (Cicero).

Bersyukurlah atas kesedihan, yang mengajari anda belas kasihan. Atas penderitaan, yang mengajari anda keberanian. Berterimakasihlah kepada misteri, yang tetap menjadi misteri, tabir yang menutupi anda dari Sang Maha Pencipta, yang membuat anda percaya, tentang sesuatu yang tak kelihatan. (Robert Nathan).

Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing. Kita ada disini untuk saling melengkapi (Bill Mccartney)

Burung butuh sarang, laba-laba butuh jaring, manusia butuh persahabatan. (William Blake).

Burung butuh sarang, laba-laba butuh jaring, manusia butuh persahabatan. (William Blake).

Tujuan pendidikan adalah menyiapkan generasi muda mendidik diri sendiri sepanjang hidup. (Robert M. Hutchins).

Orang yang merasa pintar adalah orang bodoh dan orang yang merasa bodoh itulah orang pintar, karena ia tau akan kekurangannya. (Fauzi Chaniago)

Pemimpin Yang Baik Adalah Orang Yang Mengorbankan dirinya Untuk Rakyat, Pemimpin Yang Jelek adalah Orang Yang Mengorbankan Rakyatnya untuk Dirinya. (Fauzi Chaniago)

Tujuan pendidikan adalah menyiapkan generasi muda mendidik diri sendiri sepanjang hidup (Robert M. Hutchincs).

Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa girang, tetapi hanya dikau sendiri yang menangis, dan pada kematianmu semua orang menangis sedih tetapi dikau sendiri yang tertawa (Anonim).

Kegemilangan terbesar kita bukanlah karena kita tidak pernah jatuh, tetapi karena kita bangkit setiap kali kita jatuh. (Confucius).

Anda tidak akan pernah bahagia jika anda terus mencari apa yang membuat bahagia, anda tidak akan pernah hidup jika anda mencari arti kata hidup (Albert Camus).

Hanya karya sastra yang mampu menyingkap fragmen tak dikenal keberadaan manusia yang memliki alasan bertahan. Menjadi penulis bukan mengkhotbahkan kebenaran melainkan menemukan kebenaran (Milan Kundera)

Memboroskan waktu sama dengan memboroskan hidup (R. Shannon).

Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri. (Muhammad Ali).

Kita takkan pernah punya cerita bila kita sendiri tidak berani menggoreskannya. (Vena Purnamasari)

Hidup itu seperti musik, yang harus dikomposisi oleh telinga, perasaan dan insting, bukan oleh peraturan. (Samuel Butler).

Beda antara orang-orang sukses dan orang-orang lainnya pada kurangnya kekuatan, juga bukan pada kurangnya pengetahuan, tapi pada kurangnya kemauan. (Vince Lombardi).

Hasut itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu (Maksud Hadis)

Mereka boleh mematahkan pedangku, tetapi sekali-kali kebatilan yang mereka usung tidak akan dapat mematahkan kebenaran yang aku bawa. (Umar Mukhtar)

Setiap pagi ketika membuka mata, saya berkata kepada diri sendiri: Saya, bukan kejadian, yang punya kekuatan untuk membuat saya bahagia atau tidak bahagia hari ini. Saya dapat memilih di antara keduanya. Kemarin sudah mati, hari esok belum tiba. Saya hanya punya satu hari, hari ini, dan saya akan bahagia dalamnya.

Readmore → Motivasi Sukses Untuk Diri Sendiri Sebagai Pengobar Api Semangat Yang Sudah Redup

Sunday, 29 July 2018

Komisi dan Uang Muka

Komisi dan Uang Muka


Tuhan tidak menciptakan segala sesuatu dalam sehari. Mengapa Anda berpikir Anda bisa melakukannya?

Pengalaman sering kali menunjukkan bahwa keberhasilan diperoteh dari sikap, bukan kemampuan.
Ada yang mengetuk pintu. Robert berteriak, "Masuk!" Kantor J- A. ini tidak bersifat formal. Seorang anak muda yang energik masuk. Celana panjang baggy menggantung di bawah pinggangnya yang ceking. Wajahnya serius, bertolak belakang dengan pakaiannya yang segar dan modem. P. Diddy pasti menyukai selera berpakaiannya. Pemuda ini bernama John. Ia datang bersama Kathy, pacarnya dan, seperti yang saya ketahui belakangan, pendukung setianya.

John duduk. Pada awalnya saya kesulitan metnintanya bicata. Dan ketika pada akhirnya mau buka mulut, ia mengucapkan kata-kata yang sudah saya duga: Saya ingin mendapat kesepakatan rekaman. Saya mengubah topik pembicaraan secepatnya, seperti yang selalu saya lakukan, dan mencoba mencari tahu siapa John "sebenarnya" di balik topengnya itu. Hal ini akan membantu saya memutuskan apakah saya ingin bekerja sama dengannya dan, yang lebih penting lagi, apakah saya dapat membantunya. Tidak ada yang lebih menyedihkan daripada membuang-buang waktu untuk mencoba membantu sese-orang sementara Anda tidak memiliki alat bantu yang tepat. Kalau demikian keadaannya, pada akhirnya pertengkaran akan terjadi dan semua pihak akan merasa menjadi pecundang. Saya ingin bekerja sama dengan orang yang dapat meraih keberhasilan dan yang pada akhirnya akan berterima kasih kepada saya karena keberhasilan yang diraihnya itu. Pada kenyataannya, sebagian besar manajer hanya mengejar komisi. Lebih baik para artis menghindari manajer yang seperti ini.

Namun, hal ini memerlukan kepandaian berbisnis dengan bekal kepandaian berbisnis, seseorang bisa menjadi rapper berkarier panjang, bukan hanya seseorang tanpa karier. Jadi, sebanyak apa kepandaian yang dimiliki John pada usia delapan belas tahun ? Saya lihat ia punya penampilan yang populer, wajah ganteng, serta tubuh yang tinggi dan ceking. Ia membawa serta sebuah kaset video rumahan yang diedit dengan buruk dan sebuah CD berisi empat lagu rap ciptaannya sendiri. CD ini diproduksi Rafael, sepupu John yang mempunyai studio digital di rumahnya. Setelah mendengarkan CD-nya, saya tahu John memang berbakat. Dari videonya, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa ia bisa bergerak selain itu, tidak ada nilai lebih apa pun. Bagaimanapun, saya senang ia membawa serta video dan CD tersebut. Sekarang, setelah saya yakin bahwa John— yang manggung dengan nama Phat J—mempunyai bakat, saya harus mencari tahu apa sasaran dan prioritas hidupnya di luar musik. Bagai¬mana ia akan menangani profesi yang menghabiskan banyak waktu namun hanya mendatangkan sedikit keuntungan ini? Bagaimana sikapnya? Apakah ia orang yang bertanggung jawab? Bagaimana dengan keluarga, anak-anak, kerabat, penjara, narkoba, alkohol, geng, bantuan keuangan, hobi, pendidikan, pekerjaan, dsb.? Saya tidak pernah men¬dapat kesulitan menanyakan hal-hal ini. Orang-orang sadar bahwa saya tertarik kepada mereka dan saya sama sekali tidak punya maksud untuk menyalahgunakan informasi tersebut. Phat J juga demikian. Saya mengimbangi egonya dengan menunjukkan minat yang tulus.

Kathy, yang tidak diundang secara resmi dalam pertemuan ini, ikut menyumbangkan beberapa cerita tentang kehebatan John dan bagaimana ia akan menjadi bintang besar seperti Tupac. Tampaknya ia ingin ikut berdiskusi secara aktif. Pada saat seperti ini, komentar-komentamya mungkin berguna untuk mengungkap beberapa kebenaran yang tersembunyi.
Saya bertanya apakah ia punya perjanjian dengan Rafael, misalnya mengangkatnya menjadi produser, teknisi, atau rekan penulis lagu.

John berkata tidak.
"Bisa dibilang kamu tidak mengeluarkan biaya apa pun untuk memproduksi CD itu, sebab kamu menggunakan studio milik sepupu-mu. Kalau begitu, apa yang diharapkan Rafael dari kariermu?"
"Kami belum membicarakan hal itu."
"Itu akan menjadi salah satu hal yang akan saya selesaikan terlebih dulu. Saya ahli membuat perjanjian antarteman yang bisa memuaskan kedua belah pihak. Dengan kata lain, tidak akan timbul permusuhan di antara kalian. Kebanyakan manajer tidak bisa menyusun perjanjian seperti ini. Mereka akan memintamu menemui pengacara."
"Teman saya menyusun sendiri kontrak antara dirinya dan band yang dikelolanya."
"Apakah kontrak itu diperiksa pengacara?"
'Tidak. Kedua belah pihak saling percaya."
"Kontrak seperti ini bisa melahirkan malapetaka. Jika kita berdua sepakat membuat perjanjian, saya akan memintamu menemui penga¬cara untuk memeriksa perjanjian tersebut. Tanpa bantuan pengacara, dengan mudah saya bisa membohongimu."
'Teman saya tidak akan pernah membohongi band yang dikelola¬nya."

"Pertama, band itu bisa dengan mudah dibohongi, kecuali teman-mu benar-benar terlatih membuat kontrak yang bagus. Kamu membu-tuhkan seseorang yang menguasai semua topik yang perlu dimasukkan dan dinegosiasikan ke dalam kontrak. Kedua, bagaimana anggota band bisa tahu mereka tidak ditipu, kalau mereka tidak terlatih membaca kontrak? Jika kita berdua akan bekerja sama, saya akan memintamu belajar melindungi diri sendiri dalam bisnis ini, antara lain dengan membahas kontrak bersama-sama dan mendiskusikan kesepakatan bisnis secara mendetail."

Seni Negosiasi


Seni negosiasi merupakan topik puluhan buku laris. Sebelum menegosiasikan kesepakatan bahkan sebelum melakukan diskusi informal tentang ketentuan-ketentuan dasar kontrak Anda harus mengatur apa yang Anda perlukan dengan hati-hati. Bagi-lah kebutuhan dan keinginan artis ke dalam empat kategori: Yang mendasar, berbagai pilihan, yang dapat dikesampingkan, dan yang dapat diberikan. (Topik-topik ini akan dibicarakan secara lebih mendetail pada bagian-bagian lain dalam buku ini.)

Yang Mendasar

  • Noma Hukum. Kontak harus dibuat antara orang-orang yang secara hukum diizinkan membuat perjanjian. Biasanya yang dimaksud di sini adalah sang artis dan orang yang bersang-kutan dengan kesepakatan itu.
  • Kompensasi. Uang. Persentase. Tunjangan.
  • Tanggal mulai dan tanggal berakhirnya suatu perjanjian.
  • Tanggung jawab.
  • Klausul tentang hal-hal yang dapat membatalkan suatu perjanjian.
  • Jaminan dan perwakilan.
  • Kontrol dan kepemilikan. Siapa yang berhak atas pertunjukan, kaset video, produk, dsb.?
  • Arbitrase.
  • Akuntansi/metode pembayaran.
  • Pengecekan dan pengendalian. (Apakah Anda harus mengecek pekerjaan mereka dan begitu pula sebaliknya?)

Berbagai Pilihan (Hal-hal yang pantas diperjuangkan)

  • Hal-hal yang berkaitan dengan ego. Ruang ganti, kosrum, mo bil, hotel, penagihan, dsb.
  • "Jika...." Jika langitruntuh,... Jika keluargasang artis datang,... Jika panggung tidak cukup kuat,.... Jika ada yang sakit,..., dsb.

Readmore → Komisi dan Uang Muka

Enam Peraturan Manajemen

Enam Peraturan Manajemen


Simpan semua perlengkapan di dalam ingatan Anda. Cepat atau lambat Anda akan memerlukannya.
Keberatan untuk berbicara harus diimbangi dengan kebijaksanaan untuk mendengarkan.

Robert O bisa menyaksikan pertemuan saya dengan Max karena ialah yang melakukan sebagian besar urusan bisnis saya dan karena ia pekerja magang yang berada di kantor saya untuk belajar. Saya bertemu dengannya lima bulan lalu di sebuah universitas. Ia mahasiswa tingkat sarjana bidang manajemen hiburan. Dengan penuh semangat ia mulai bekerja menyumbangkan jasa-jasanya.

Sebagai gantinya, ia mendapat kesempatan untuk belajar secara langsung. Bagai-manapun, karena ia mengerjakan tugasnya dengan sangat baik, dua bulan terakhir ini ia menerima gaji sekadarnya. Ia akan diwisuda empat bulan lagi dan tidak tertarik untuk terus bekerja dengan saya (ia harus mencari penghidupan yang sungguhan). Kami telah mendiskusikannya. Menurut saya, bekerja magang untuk beberapa manajer dengan gaya yang beragam merupakan latihan kerja yang sangat baik. Saya menyodorkan beberapa kemungkinan kepadanya dan ia secara mandiri telah mampu membangun sejumlah hubungan baik.

Robert O adalah orang yang ambisius, cakap, menyenangkan, dan ia menyelesaikan setiap tugas sesuai bahkan sebelum batas waktu... singkat kata, kualifikasinya di atas rata-rata. Ketika mewawan-carai asisten, saya selalu mencari orang-orang dengan kualifikasi di atas rata-rata, sebab 
1) mereka sering kali kesulitan mendapat pekerjaan (mereka membuat para calon bos terintimidasi); 
2) mereka bekerja dengan baik; dan 
3) mereka bertindak cepat. Robert O sangat bertolak belakang dengan Ned, pemuda yang magang sebelumnya. Asisten terbaik yang pernah saya miliki adalah Gloria. Perbedaannya, Gloria mendapat gaji. Dan setelah tiga tahun, saya sadar saya tidak mampu membayarnya dengan jumlah gaji yang pantas diterimanya. Dalam bisnis ini, perubahan merupakan sesuatu yang baik dan diperlukan untuk pertumbuhan, pengalaman, dan kewarasan. Bahkan agen-agen besar pun sering kali bersikap fleksibel dalam hal perekrutan karyawan.

Biasanya saya mendapat suatu pelajaran dari setiap orang yang bekerja dengan saya. Gloria mengajari saya untuk mempekerjakan orang dengan kualifikasi di atas rata-rata. Ia hanya menanyakan hal-hal yang perlu dan tidak membuat asumsi apa pun walaupun sangat cerdas. Ia tertawa dan mengeluh, namun ia memerhatikan semua hal kecil yang penting ejaan, batas waktu, etiket bertelepon, organisasi, pengarsipan, penjadwalan, tetap berkepala dingin saat krisis, uang, dan...para klien. Saya tidak menyimpan rahasia apa pun dari asisten-asisten saya. Saya mengharapkan kemampuan mereka untuk menjaga rahasia seutuhnya, dan meminta mereka menandatangani pernyataan sehubungan dengan hal itu untuk melindungi diri saya sendiri dan, yang lebih penting, para klien.

Banyak manajer tidak sependapat, menganggap menyimpan ilmu menjamin kekuatan. Saya percaya staf Anda akan bekerja lebih baik jika mereka tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Keterbukaan menunjukkan bahwa Anda memercayai mereka dan biasanya mereka akan mengembalikan kepercayaan yang Anda berikan sebanyak sepuluh kali lipat.

Robert menerima lima pesan telepon selama saya menemui Max X. Menurut peraturan, saya harus balas menelepon semua telepon yang masuk dalam jangka waktu tujuh puluh dua jam. Saya beranggapan tidak balas menelepon seseorang walaupun Anda sama sekali tidak menyukainya merupakan tindakan yang tidak sopan, meskipun Robert jelas mampu memberikan jawaban yang memuaskan atas nama saya. Dalam bisnis, Anda akan bertemu dengan banyak orang yang tidak sopan, yang harus ditelepon berkali-kali sampai akhirnya memberi tanggapan. Saya mengajari para asisten saya untuk mempraktikkan etika bisnis yang baik.

Ketika saya bekerja magang di bawah General Manager Robert Kamlot pada organisasi teater nirlaba terbesar di Amerika Serikat (pada saat itu), setiap asistennya diminta menghafal Enam Peraturan Manajemennya. Sampai saat ini, sebisa mungkin saya meneruskannya kepada para manajer muda.

Enam Peraturan Manajemen Kamlot

  1. Jangan membuat asumsi tentang apa pun.
  2. Jangan memberi informasi secara gratis.
  3. Ketika ragu-ragu, jangan lakukan apa pun. Kadang-kadang tidak mengambil tindakan apa pun sudah merupakan suatu tindakan.
  4. Jangan bermain api di lingkungan bisnis.
  5. Jangan berbicara kepada pers.
  6. Diplomasi setidaknya soma pentingnya dengan bertindak benar.
Saya biasa datang ke kantor dan pada saat yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, General Manager akan melancarkan latihan "melempar pertanyaan dan menunggu jawaban", serupa dengan yang dilakukan dalam acara keagamaan. Ia berteriak, "Peraturan Nomor 4!" dan mengharapkan semua karyawannya menanggapinya dengan menyebutkan peraturan yang tepat. Ini merupakan pendidikan yang efektif dan dapat diterapkan hampir untuk semua krisis yang saya alami.

Mari kita membicarakan Ned, yang sama sekali tidak memahami peraturan-peraturan ini. Ia penuh semangat, sangat cerdas, dan sangat dimanja. Orangtuanya berusaha keras agar ia selalu mendapatkan segalanya; oleh karena itu, bekerja magang tanpa bayaran bukan ma-salah baginya. Sekali bertemu, saya langsung menyukainya. Ia benar-benar orang yang memesona. Namun, ia tidak mengenai krisis dan batas waktu, walaupun berkeras dapat mengatasi keduanya. Ketika diminta mengarsip kontrak-kontrak baru, ia malah menghabiskan waktu sehari penuh untuk mengatur ulang arsip-arsip pribadi saya; ia pikir saya akan menghargai inisiatifnya tersebut. Ia membuat asumsi yang salah

Peraturan #1. Padahal, ia bisa langsung bertanya kepada saya. Ketika menghadapi negosiasi kontrak, membuat asumsi seperti itu bisa melahirkan hal yang membahayakan. Ned menanyakan banyak hal tentang kontrak. Namun, suatu hati saya mendengarnya memberi tahu besar bayaran yang diterima salah satu klien saya untuk satu pertunjukan kepada ibunya via telepon. Infor-masi ini tidak akan membawa keuntungan untuk klien saya, saya sendiri, maupun sang ibu. Dan dalam sedetik tindakan itu dapat menghancurkan kepercayaan klien. Ned telah melanggar

Peraturan #2. Suatu hari, ketika saya berada di gimnasium, Ned menerima telepon mendesak dari seorang promotor yang berkata ia harus memesan tiket pesawat untuk sang artis dalam waktu satu jam. Kalau tidak, reservasi tiket itu akan diberikan kepada orang lain. Ned tidak bisa menghubungi saya via ponsel, jadi ia langsung menyetujui keinginan promotor tersebut. Ned sama sekali tidak tahu bahwa sang artis baru saja menelepon saya secara pribadi untuk memberi tahu bahwa ia akan pergi dari negara bagian lain.

Peraturan #3 juga dilanggar. Keja-dian seperti inilah yang membuat saya berkeras memilih tiket yang dapat diuangkan kembali untuk semua klien saya.

Peraturan #4 merupakan peraturan yang paling berbahaya. Ned berkencan dengan salah seorang klien saya, tanpa sepengetahuan saya. Namun hubungan ini tidak langgeng. Ned tidak bisa menerima penolakan itu dengan lapang dada. Akibatnya, klien saya merasa sungkan menelepon ataupun bertemu dengan saya, sebab ia tahu Ned juga berada di kantor saya. Klien saya tidak datang ke acara wawancara dengan pers, sebab saya menugaskan Ned untuk menema-ninya. Peraturan #4 dilanggar. Padahal ini hanya menyangkut masalah berkencan. Kalau berani bermain api, Anda dan perusahaan Anda bisa terbakar. Akibat dari hubungan percintaan adalah munculnya ketidakpercayaan dan komplikasi besar. 

"Mengapa manajer Max mengambil komisi 20 persen dan Anda hanya mengambil 10 persen? Apa karena sang manajer juga bertindak sebagai agen?"

Saya menjawab, "Mungkin. Bagaimanapun, untuk menjadi agen ia harus punya izin. Ini merupakan peraturan di New York dan California. Hanya di dua negara bagian itu ada undang-undang mengenai hiburan yang penting. Setiap orang bisa menjadi manajer; tidak ada undang-undang, batasan, standar, maupun pendidikan khusus untuk bidang ini. Sayang sekali, bukan?"
"Jadi, agen yang mendapat izin bisa menjadi manajer, namun manajer tidak bisa dengan mudah menjadi agen."

'Tepat. Contohnya adalah kasus yang terjadi tahun 1982. Seorang manajer bernama Bob Raison menyombongkan diri bahwa ia mem-bantu klien lamanya, Jane Wyman, mendapatkan peran tetap dalam serial televisi CBS Falcon Crest. Setelah membuat pernyataan itu, ia diborgol, ditangkap, dan diancam hukuman satu tahun penjara serta denda sebesar U$ 10.000. Bob telah melanggar undang-undang karena mencarikan pekerjaan bagi kliennya tanpa menjadi agen yang mem-punyai izin. la tidak dihukum penjara karena pernah mempunyai izin menjadi agen dan ia bersedia memperbarui izinnya yang sudah kedaluwarsa. The Conference of Personal Managers mengangkat perkara ini dan sejak saat itu badan ini memperjuangkan hak-hak manajer."

"Apa sebenarnya perbedaan agen dan manajer?" "Agen mencarikan pekerjaan. Manajer memberi saran dan konsultasi tentang semua aspek karier."
"Lalu, bagaimana cara menjadi promotor?"
"Kamu harus punya atau bisa mengumpulkan cukup uang untuk membuat konser."
"Bagaimana dengan produser?"
"Ada bermacam-macam produser. Produser konser disebut promo.
Readmore → Enam Peraturan Manajemen

Pekerjaan yang memungkinkan saya menjadi kreatif, tidak terkekang, bersemangat, bahagia, produktif,...dan BENAR-BENAR KAYA.

Dicari: Pekerjaan yang memungkinkan saya menjadi kreatif, tidak terkekang, bersemangat, bahagia, produktif,...dan BENAR-BENAR KAYA.

Kebahagiaan bukanlah suatu kondisi yang ingin kita capai, melainkan cara kita menjalani kehidupan.

Saya manajer independen tidak ada Jamsostek yang dapat menyelamatkan saya kalau suatu saat saya dipecat oleh ratu musik acid rock yang sedang marah-marah tidak ada pula jajaran staf yang berlari di koridor kantor untuk memfotokopi kontrak atau membelikan makan siang. Saya memang mempunyai seorang pekerja magang yang sangat penuh motivasi, Robert O, yang menyediakan waktu sebanyak dua puluh jam seminggu untuk saya. Di luar waktu-waktu tersebut, saya punya beberapa asisten yang tak ternilai harganya, yaitu mesin penjawab telepon dan ponsel.

Sambil menyusuri jalan...menuju kantor...saya membayangkan grup musik dan artis solo yang pernah saya urus, dan begitu banyak musisi lain dengan potensi yang masih perlu dikembangkan. Saya heran, masih ada sebagian orang yang berpikir kontrak rekaman bisa mem¬buat mereka bahagia. Mendapatkan kesepakatan rekaman belum ber-arti Anda akan menghasilkan banyak uang. Manusia harus secara aktif mengejar hal-hal yang membuat mereka bahagia—dan sebagian besar orang bahkan tidak pernah berpikir seperti ini. Bukan hanya yang bergelut dalam dunia musik—masyarakat pada umumnya pun tidak. Menjadi pemusik merupakan suatu pekerjaan, seperti pekerjaan-pekerjaan yang lain, hanya saja pekerjaan ini dijadikan begitu glamor dan romantis. Banyak pemusik, bahkan yang terkenal, masih percaya pada hal-hal seperti ini.

Hari ini saya akan berusaha menyelesaikan masalah perjanjian dengan BoyBand grup pop-rock terkenal yang sering tampil di berbagai perhelatan musik namun belum berhasil mendapatkan kesepakatan rekaman baru setelah satu dekade berkecimpung dalam bisnis ini. Ketika memasuki kantor, saya berharap bisa bertemu Max X, gitaris utama grup musik rekaman reggae-rock RRU, yang ingin bicara empat mata dengan saya mengenai sesuatu yang dicurigainya sebagai mismanagement dari wakil grup tersebut. 

Saya juga sudah setuju untuk berbincang-bincang dengan John, keponakan kawan saya, mengenai prospek kariernya dalam musik hip-hop. Pasti ia sudah memiliki sederetan baju untuk manggung. Hari ini saya rasa akan ada telepon dari promotor, booking agent (agen pemesanan), pengacara, akuntan, dan manajer lain yang menginterupsi pekerjaan saya. Seorang agen meminta saya menerima telepon dari Jeremy R, pemain horn yang sukses dari Australia, yang baru-baru ini berimigrasi ke Amerika Serikat. Saya harus membuat janji dengan penyanyi utama Goodness, grup oldies beranggotakan empat perempuan bergaya Marvelette, yang mencoba menghidupkan kembali kariernya yang stagnan. Dan semoga Pollyanne Heart, penyanyi country pemenang Grammy, akan menelepon saya lagi. Ia minta saya menerjemahkan penjelasan ma-najernya mengenai penyebab Pollyanne tidak punya uang. Saya rasa sebaiknya saya menyarankannya bertukar pikiran dengan para kor-ban kebangkrutan yang lain, seperti Toni Braxton, Billy Joel, MC Hammer, dan TLC.

Saya berhenti untuk minum kopi. Ponsel saya berdering. Dari Robert O.  "Hai Bos, George dari CAA baru menelepon dan ia menunggu ja-waban Anda, segera. Selain itu Max X, yang janji bertemu Anda jam 10.00, sudah datang sejak lima belas menit lalu." Saat itu jam 09.55.

Kesibukan pun dimulai.

Dalam perjalanan ke lift, saya menelepon George di CAA. Ia adalah agen pemesanan BoyBand, yang bertanggung jawab mendapat¬kan tanggal-tanggal konser dan menegosiasikan kontrak berdasarkan parameter yang saya berikan. Untuk sebagian orang, pekerjaan ini merupakan profesi yang menarik, sementara untuk sebagian yang lain, ini pekerjaan yang sangat menyiksa. Kadang-kadang George berbicara seolah-olah ia berada di balik terali besi. Saya dengar dulu ia pernah manggung bersama bandnya; jadi saya kira ia frustrasi ka¬rena kini harus bekerja di belakang meja. Sebaliknya, saya malah mendapat sengatan semangat dari tantangan kreatif yang ditawarkan profesi ini.

Tampaknya promotor konser BoyBand minggu depan di Seattle mengalami kesulitan menjual tiket pertunjukan tersebut. Oleh karena itu, ia minta persetujuan kami untuk mengurangi pembayaran yang telah dijanjikan untuk band tersebut. Promotor memang menjadi pihak yang menanggung semua risiko, namun jika tiket pertunjukan terjual habis, ia pula yang akan mendapat keuntungan terbesar. Saya menyarankannya menelepon saya untuk menetapkan beberapa wawancara pers tambahan. Setelah itu, kami akan menunggu selama beberapa hari sebelum memutuskan pengurangan pembayaran. Saya menegaskan kepada George bahwa, sampai saat ini, promotor itu bahkan belum pernah menelepon kami untuk mengadakan satu wawancara pun tidak juga setelah saya tiga kali menghubungi direktur pemasarannya untuk menawarkan bantuan. Ketika menggelar konser, band ini memiliki catatan penjualan tiket langsung yang tinggi. Ini bukan hal baru bagi George; promotor yang kurang berpengalaman akan menunjukkan "kejelekan" mereka pada saat-saat seperti ini. Kami sepakat untuk menunggu beberapa hari lagi.

Di lantai atas, Max X yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun, berbaju rapi tanpa cela, jangkung, dan bertubuh bagus, tersenyum. Ketika kami berjabat tangan, ia tampaknya cukup rendah hati. Rekaman funky reggae rock RRU menampilkan Max yang berbeda, yang mungkin bertipe Bob Marley. Tidak seorang musisi pun yang benar-benar mirip dengan bayangan saya sebelumnya. Oleh karena itu, sekarang saya cenderung menyimpan setiap bayangan yang saya miliki tentang para musisi tersebut sampai saya betul-betul bertemu mereka.

Hal pertama yang perlu saya ketahui dari semua orang adalah apa yang mereka inginkan. Tentu saja, kebanyakan artis tidak tahu apa yang mereka inginkan selain mengejar ilusi tentang ketenaran dan kekayaan. Jika Max X menginginkan perjanjian rekaman, saya harus berusaha cetap menampilkan mimik tenang. Saya juga akan mencari informasi sebanyak mungkin mengenai karier dan para penasihat RRU saat ini.

Max mengakui hidupnya menyenangkan. Seperti anggota RRU yang lain, ia punya rumah, mobil, pacar yang bahagia, dan karier yang mapan. Ia juga bisa makan dan berpakaian dengan layak. Jadi, apa masalahnya?

"Manajer kami jauh lebih kaya daripada kami. Menurut kami, hal ini agak janggal. Cuma kami kliennya. Ia mungkin bekerja keras, namun ia tidak bekerja lebih keras daripada kami."
"Bagaimana pendapat anggota yang lain?"

"Mereka tidak merasakan kejanggalan ini. Karena itulah saya sen-diri yang bicara kepada Anda. Tidak seperti saya, mereka belum menganalisis pembukuannya. Mereka tidak mau merusak ketenangan. Kalau saya sih tidak rela ditipu!"

"Bagaimanapun, selama ini manajer kalian sudah melakukan tugas-nya dengan baik, 'kan.'"
"Ya, namun bukan itu masalahnya. Ia mendapatkan lebih banyak uang daripada kami; ini tidak masuk akal. Kami berempat, ia sendi-rian. Jika ia mendapat 20 persen, seharusnya kami masing-masing juga mendapat 20 persen. Namun, kami tidak mendapat sebanyak itu. Kalau ia tidak mencuri, bagaimana hal ini bisa terjadi?"

"Kemungkinan ia tidak mencuri. Bisa jadi ia memanfaatkan bebe¬rapa trik manajemen standar. Sebelum memberi saran lebih lanjut, saya harus melihat kesepakatan manajemen Anda kecuali Anda tahu isi pokok kesepakatan itu. Apakah Anda tahu manajer Anda mendapat berapa persen 20, 15, atau 10? Apakah ia mendapatkan-nya dari pendapatan kotor ataukah pendapatan bersih?"
"Saya rasa ia mendapat 20 persen."
"Dari semua pendapatan kalian? Konser, merc/iandise, rekaman, penerbitan?"
"Saya tahu ia mendapat 20 persen dari pendapatan konser dan merchandise. Selebihnya saya tidak tahu."
SeloJu tanyakan definisi yang disebutkan dalam kontrak Anda. Setiap kontrak kemungkinan besar mempunyai definisi yang bereda. 
Komisi Manajer

Berikut merupakan contoh yang bagus mengenai bagaimana pendapatan kotor dan pendapatan bersih secara langsung meme-ngaruhi pendapatan artis. Dalam contoh ini, sang artis mendapatkan Hat guaranteed fee (pembayaran sekaligus yang terjamin).

  1. Beberapa promotor akan membayari tiket pesawat dan kamar hotel untuk artis. Bagian muka (halaman depan) kontrak akan menyebutkan bayarannya sebesar U$8.000 ditambah tiket pesawat dan kamar. Dalam kasus ini, manajer yang mengambil 15 persen dari pendapatan kotor akan memperoleh U$ 1.200 (15 persen dari U$8.000). Jika honor yang didapat band dan pengeluaran lainnya untuk konser berjumlah U$5.000, pada akhirnya artis memperoleh U$ 1.800 (U$8.000 - U$1.200 -U$5.000 - U$1.800).
  2. Promotor lain mungkin tidak ingin bersusah payah mengatur perjalanan artis sehingga ia membayar U$ 10.000, sudah termasuk biaya perjalanan dan kamar artis. Dalam kasus kedua ini, misalnya saja biaya perjalanan dan kamar memakan biaya U$2.500, manajer yang juga mendapat 15 persen dari penda¬patan kotor, akan memperoleh U$ 1.500 (15 persen dari U$ 10.000). Dengan asumsi honor band dan pengeluaran konser juga berjumlah U$5.000, artis akhirnya hanya memperoleh US 1.000 (U$ 10.000 - US2.500 - US 1.500 - US5.000 = USl.000). Dari contoh ini sangat jelas bahwa manajer yang benar-benar peduli akan pendapatan artisnya akan terlebih dulu memeriksa biaya aktual untuk perjalanan dan hotel sebelum menyepakati pembayaran yang mencakup semua unsur ini.

Berikut contoh cara menghitung pendapatan penjualan tiket.
  1. Penjualan tiket konser di stadion menghasilkan U$250.000. Artis yang bersangkutan mendapat 15 persen dari pendapatan bersih. Jika pendapatan bersih didefinisikan sebagai "pendapatan setelah dikurangi biaya kartu kredit dan pajak lokal 6 persen," pemasukan artis dihitung dari U$225.000 (U$250.O0O dikurangi 4 persen untuk kartu kredit MasterCard/ Visa/AmEx dan 6 persen pajak). Sang artis akan memperoleh U$33.750.
  2. Jika Anda menambahkan biaya sebesar U$l5.000 untuk komisi penjualan grup sebagai unsur pengurang, hak artis dihi¬tung dari U$210.000 (U$250.000 dikurangi 4 persen untuk kartu kredit, 6 persen pajak, dan U$15.000 komisi). Sang artis mendapat U$31.500.

Perbedaan yang sederhana ini dapat mengurangi pendapatan artis sebesar U$2.250 (U$33.750 - U$31.500). Oleh karena itu, menegosiasikan detail pendapatan bersih amatlah penting.

Kartu Kredit

Satu trik khusus yang dimanfaatkan gedung dan tempat konser di mana pun adalah "menetapkan besaran pengurangan kartu kredit secara umum". Ketika mendefinisikan pengurangan untuk pendapatan penjualan tiket, suatu kontrak kemungkinan akan menyebutkan bahwa tempat penjualan tiket tersebut akan mengurangi pendapatan sebesar 5 persen untuk biaya kartu kredit. Kenyataannya, sebagian kartu kredit "hanya" mengenakan biaya 2,75 persen, beberapa 3,2 persen, sementara sisanya 4,75 persen, dst. Anda bisa berkeras agar gedung atau tempat konser tersebut memberlakukan "besaran pengurangan kartu kredit secara aktual". Dengan demikian, tempat penjualan tiket diharuskan mengurangi pemasukan artis sebesar jumlah uang aktual yang dibayarkannya kepada perusahaan kartu kredit. Dalam beberapa kasus, selisihnya bisa mencapai puluhan ribu dolar. Pastikan bahwa pengurangan pendapatan artis tersebut berdasarkan biaya kartu kredit aktual.

Sekali lagi saya bertanya kepada Max X, "Bantuan apa yang Anda butuhkan?"
"Saya ingin tahu apakah kami ditipu atau tidak. Dan jika kami memang ditipu, apakah kami dapat memutuskan perjanjian dengan manajer kami. Jika ia melakukan sesuatu yang ilegal, saya akan me-nuntutnya. Tentu saja, kami menginginkan manajemen baru."
"Anggota yang lain tidak sependapat dengan Anda, 'kan?"
"Belum."
"Jadi, saat ini Anda memerlukan konsultan untuk membantu Anda menganalisis situasi ini." "Begitulah."
Max harus datang lagi menemui saya sambil membawa serta perjanjian dengan manajemennya. Saya juga meminta salinan kontrak konser, lagu-lagu yang sudah dipublikasikan, dan berkas-berkas lain yang berkaitan dengan pendapatan RRU. Saya juga petlu tahu siapa yang memproduksi merchandise RRU dan apakah biaya produksi tersebut dimasukkan sebagai unsur pengurang sebelum laba dibagi.

"Ngomong-ngomong, berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk jasa Anda?"
Saya menjawab tanpa keraguan sedetik pun. "Sekarang Anda belum perlu membayar saya. Kita lihat dulu seberapa rumit masalah ini." Saya tidak menyukai para manajer yang memanfaatkan artis-artis mereka. "Jika Anda tidak tahu apa yang Anda tanda tangani, Anda harus belajar untuk tahu—saya asumsikan Anda mau belajar."
'Tentu saja."

Dalam benak saya terbersit kalimat: Ah, masa? Kebanyakan artis terlalu cepat berkata setuju dan menyerah pada segala sesuatu yang kelihatannya bagus, tanpa benar-benar mengetahui apa yang telah mereka setujui. Untuk urusan uang, saya sudah menyadari bahwa saya akan mengantongi pendapatan yang lebih besar dari para artis yang patut dibantu dengan berterus terang dan menetapkan tarif yang terjangkau (gratis), daripada dengan mengkhawatirkan biaya konsultansi. Saya bukan orang bodoh. Yang jelas, saya tidak mau mengeruk keuntungan dari para artis yang tengah dalam kesulitan. Manajemen, menurut saya, bertujuan menjaga para artis terhindar dari kesulitan sebelum mereka benar-benar terjerat di dalamnya.

Artinya, kita harus jadi orang terdidik. Kebanyakan manajer musik yang pernah saya temui tidak atau hanya sedikit menguasai pendidikan yang sesuai. Tidak ada standar untuk menjadi manajer industri musik pop, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya sering kali baru menyempurnakan pengetahuannya sembari mempraktikkannya. Secara umum, manajemen sebenarnya merupakan pengendali krisis bertugas mencegah dan memadamkan api. Ketahanan (daya pikat) seseorang berkecimbung dalam bisnis ini mengharuskan manajer, artis, atau kedua pihak ini memiliki pengetahuan paling tidak menyangkut dua puluh topik. Topik-topik tersebut, antara lain:

Program kesehatan Program pensiun
Asuransi (jiwa, perjalanan, cacat tetap, tanggung jawab kece-lakaan, kerugian)
Manajemen uang dan strategi investasi Pajak
Undang'undang kontrak Penerbitan
Jebakan-jebakan dalam kontrak rekaman Royalti
Menerjemahkan istilah formal dan teknis dalam dokumen legal Akuntansi du.su r

Hak cipta Merek dagang 
  • Perjanjian pemesanan
  • Studio rekaman
  • Personel musik
  • Merchandising
  • Publisitas, pemasaran, pers, dan promosi
  • Internet
  • Pemilihan staf (akuntan, pengacara, teknisi, road manager, dsb.)
  • Musik dan penulisan lagu
  • Citra (kostum, tata rias wajah, dan model rambut)
  • Alat musik (terutama keyboard, sebab alat musik ini tidak lagi berlaku sebagai piano sajasynthesizer atau keyboard (computer memungkinkan Anda memainkan hampir semua jenis alat musik.)
  • Penampilan di panggung dan bakat musik

Apakah Anda, sebagai manajer maupun artis, memahami semua butir-butir tersebut? Baik artis maupun manajer harus saling melengkapi dan memahami hal-hal yang disebutkan tadi.

Keterangan Lengkap: Bagaimana Sebaiknya Artis Memilih Manajer

Tidak ada seorang pun yang menguasai segala sesuatu mengenai semua hal. Hal terbaik yang dapat diharapkan artis adalah mendapatkan manajer yang dapat melengkapi bakat dan pen-didikan sang artis yang didapatkannya dari pengalaman dan pengamatan, memperluas pengetahuannya, dan memiliki kemampuan yang tidak dimilikinya.

Ketika ditanyai, para artis berkata mereka ingin punya manajer yang menyenangkan tapi agresif, jujur tapi memiliki kemampuan menjual yang luar biasa. Sebenarnya, yang artis butuhkan adalah manajer yang amat terlatih dan memiliki pengetahuan luas dalam bidang bisnis, keuangan, dan artistik (lihat daftar dua puluh topik).
Readmore → Pekerjaan yang memungkinkan saya menjadi kreatif, tidak terkekang, bersemangat, bahagia, produktif,...dan BENAR-BENAR KAYA.

Dari Sinilah Kita Mendapatkan Uang, Motivasi Sukses Seorang Menejer Artis

Dari Sinilah Kita Mendapatkan Uang


Mantra manajer yang baik: Saya tidak tahu, namun saya akan mencari tahu. Perhatian: The Occupational Safety and Health Administration (OSHA) telah menetapkan bahwa beban aman maksimum yang dapat saya pikul pada satu waktu adalah dua orang, kecuali saya sekaligus berperan sebagai hewan pengangkut beban. Silakan ambil nomor dan tunggu giliran Anda.

Setiap orang dalam bisnis ini punya berbagai kisah. Para manajer akan menceritakan beberapa kejadian mengerikan yang mereka alami dan krisis yang secara ajaib dapat mereka atasi. Yang lainnya hanya sekadar membesar-besarkan diri, sementara yang lain lagi mengeluh karena frustrasi, menganggap hanya segelintir orang yang tahu tugas manajer yang sebenarnya.

Menurut saya tidak ada manajer yang bekerja dengan cara yang sama persis. Ada beberapa manajer sukses yang akan memberi tahu Anda bahwa mereka bisa menyukseskan maupun menggagalkan se-suatu. Ada juga yang bekerja di perusahaan manajemen yang menangani banyak artis, dan lebih bertanggung jawab kepada CEO daripada kepada klien. Ada manajer independen yang harus mengembangkan dan melindungi karier seorang artis. Ada pula manajer independen yang menangani beberapa klien sehingga ia harus pandai membagi waktu dan perhatian.

Menjadi manajer penyanyi dan band bisa menjadi perjalanan yang menggairahkan dan merupakan karier yang menguntungkan ketika karier artis yang kita tangani sedang menanjak. Namun, karier di bidang musik bisa diibaratkan sebagai roller coaster; sering kali manajerlah yang disalahkan ketika ketenaran dan/atau keberuntungan artis memudar. Beberapa manajer bisa disebut penipu; manajer yang lain adalah malaikat. Sebagian besar manajer belum sebaik malaikat, namun mereka tetap tergolong orang yang selalu jujur dan berdedikasi.

Kami tuliskan di blog ini karena kami ingin membeberkan kehidupan sehari-hari manajer hiburan yang bekerja dalam arena musik pop yang menarik dan penuh kekacauan. Agar lebih mudah dipahami, buku ini kami susun dalam dua tingkatan. Bagian pertama, cerita seorang manajer dari sisi manusiawinya dalam kurun waktu tiga hari. Dalam cerita ini, kami berikan beberapa pelajaran penting mengenai negosiasi, penanganan artis, dan penyelesaian krisis. Dengan daftar klien rekaan, kami bisa menguraikan hal-hal riil yang terjadi pada para artis secara mendetail dan cara manajemen mengatasinya. Situasi ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dan cerita-cerita yang kami dengar. 

Pada tingkat kedua, kami menawarkan pendekatan pelatihan manajemen yang praktis melalui data-data berisi fakta-fakta apa adanya, definisi, dan perspektif tentang berbagai topik, mulai dari memilih program pensiun sampai memilih road manager. Kami tidak hanya menyampaikan hal-hal yang sudah jelas yaitu Anda bisa mengeluarkan press release tentang artis yang Anda tangani tapi juga menunjukkan format press release yang profesional dan efektif. Kami tidak hanya menunjukkan contoh perjanjian rekaman; kami juga menganalisisnya paragraf demi paragraf, dan menguraikannya dengan bahasa yang sederhana.

Banyak orang yang kami kenal dan pernah bekerja sama dengan kami beranggapan nama mereka akan disebutkan dalam blog ini. Kami tidak melakukannya. Semua karakter dalam blog ini hanyalah rekaan belaka; walaupun demikian, blog ini banyak menceritakan kejadian yang mirip, sebab situasi-situasi gila seperti ini memang sangat umum terjadi. Hampir semua artis pernah ditipu label rekaman, produser, agen, promotor, dan kadang-kadang manajer. 

Menurut pemikiran logis kami, jika manajer lebih sadar dan lebih terdidik, artis bisa terhindar dari situasi-situasi yang menyedihkan dan memakan biaya besar ini. Dalam blog ini, kami mencoba memberi pilihan dalam bidang apa saja manajer bisa meningkatkan pendidikan secara optimal demi diri sendiri dan demi klien.

Setelah menggeluti manajemen selama lebih dari dua puluh tahun, kami telah menghadapi hal-hal yang tidak dapat dijelaskan dan tidak dapat dihindari. Pelatihan dalam bidang manajemen dan musik membuat kami siap menghadapi beberapa krisis. Sayang, Anda tidak bisa mempersiapkan diri untuk beberapa krisis lain. Profesi manajer mengharuskan pelakunya tidak berhenti mencari ilmu dengan topik-topik yang paling biasa dan paling luar biasa dalam hidup ini. Seiring dengan berjalannya waktu, sebagian besar krisis berhasil diselesaikan, beberapa diselesaikan dengan baik, sisanya dengan buruk. 

Kami ingin membuat orang-orang yang bercita-cita menjadi manajer bersiap diri menghadapi munculnya kejutan, untuk mempelajari berbagai topik, dan untuk bersiap diri menghadapi hal-hal di luar dugaan.

Selama beberapa tahun Mitch Weiss mengajar kursus untuk orang-orang dewasa yang sungguh-sungguh ingin atau hanya tertarik  menjadi "Manajer Artis Pop/Rock" di School of Continuing and Professional Studies di New York University. Bersama Richard Dieguez, seorang pengacara, ia memimpin program seminar intensif bernama "Hard Core" untuk orang-orang dengan sejumlah pengalaman manajemen dan ingin mendapat pelatihan tingkat lanjut atau meneliti perubahan karier dalam bisnis musik.

Dalam kelas-kelas tersebut, Weiss bertemu para manajer berbakat yang beranggapan pekerjaan utama mereka adalah memasangkan artis dengan perusahaan rekaman. Beberapa manajer lain beranggapan pekerjaan mereka lebih banyak berkaitan dengan memberi dorongan atau mengendalikan artis yang mereka tangani. Sisanya memandang diri sendiri sebagai Henry Higgins, karakter dalam My Fair Lady, yang menelurkan royalti dari Liza Doolittle, anak jalanan miskin. 

Beberapa citra manajer ini terlihat romantis, namun semuanya tidak bisa mempersiapkan seseorang untuk menghadapi realitas profesi ini.

Beberapa manajer yang pernah ditemui Mitch tidak bisa membaca atau memahami memo kesepakatan rekaman yang lengkap, dan mereka juga tidak siap membimbing artis mereka melewati masa pasca-tenar ataupun merencanakan program pensiun. Buku ini mencoba mendefinisikan kembali tugas manajer dan memperjelas profesi ini.

Ada cara yang bisa ditempuh agar Anda berpikir seperti manajer. Di sekolah, pengacara dilatih untuk berpikir seperti para pengacara lain. Tujuan buku ini adalah menuntun Anda berpikir dengan cara yang terbaik, bukan sekadar seperti cara berpikir kebanyakan orang.

Kami anggap Anda pembaca yang cerdas, namun kami rasa Anda tidak mengenal bahasa industri musik ataupun pilihan-pilihan yang ada dalam manajemen. Kami berusaha menyajikan pendidikan yang mantap bagi siapa pun yang baru akan mulai. Kami menantang para manajer dan pengacara yang berpengalaman untuk menilai kembali apa yang mereka ketahui dan bagaimana mereka melakukan bisnis.

Manajemen bukan hanya sekadar membuat perjanjian. Intinya adalah mendapatkan keberhasilan dan kebahagiaan dari perbuatan kita. Bisnis kita adalah membantu penyanyi, musisi, dan penulis lagu untuk mencapai hal yang sama. Dari sinilah kita mendapatkan uang.
Readmore → Dari Sinilah Kita Mendapatkan Uang, Motivasi Sukses Seorang Menejer Artis

Wednesday, 17 May 2017

17 Password Account Sukses Untuk Anda

17 Password Account Sukses Untuk Anda 

1. Apakah mental plus itu?


Mental, karakter, watak, atau kepribadian plus ialah sifat-sifat unggul seseorang, seperti sifat ulet, tangguh, atau tabah dalam menghadapi tantangan atau kesulitan dan cepat bangkit apabila mengalami kegagalan, memiliki etos belajar dan etos kerja yang tinggi, berpikir positif terhadap orang lain, bersikap seimbang antara mengambil dengan memberi dalam hubungan stisial, dan memiliki komitmen atau tanggung jawab.

Sifat-sifat unggul seperti ini merupakan modal utama bagi setiap insan untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya, baik kesuksesan yang bersifat batiniah maupun lahiriah.

2. Bagaimana strategi mengembangkan mental plus?


Stephen R. Covey, penulis buku laris The 7 Habits of Highly Effective People (1997), menawarkan sudut pandang baru untuk meraih keberhasilan dalam hidup, yaitu sudut pandang “dari dalam ke luar”. Artinya, kita harus mulai dari diri sendiri untuk mengembangkan mental plus atau karakter yang unggul sebagai modal utama untuk meraih kesuksesan. Sesudah berhasil mengembangkan mental plus, kita baru bisa ‘memberi’, mengajak, atau membantu orang lain mengembangkan keunggulan karakternya. “Kalau kita ingin memiliki anak remaja yang lebih menyenangkan dan mau bekerja sama, jadilah orang tua yang penuh pengertian, berempati, konsisten, dan penuh kasih,” begitu kata-kata bijak Covey.

Apa yang dikatakan Covey itu juga senada dengan strategi 3M dai kondang AA Gym. M yang pertama, “Untuk membangun hal-hal yang baik, lingkungan yang ideal, mulailah dari diri sendiri!"

Menurut Gardner (1987), pengembangan mental plus ini berkaitan dengan usaha mengasah ketajaman kecerdasan personal. Kecerdasan personal berkaitan erat dengan kecerdasan sosial. Artinya, orang yang memiliki kecerdasan personal yang baik, berpeluang besar untuk mengasah kecerdasan sosialnya. Selanjutnya, orang yang memiliki kecerdasan sosial yang baik berpeluang besar untuk kesuksesan dalam kehidupan sosialnya.

3. Bagaimana peran mental plus dalam usaha meraih kesuksesan?


Perhatikan orang-orang yang sukses di hidang apa pun di sekitar kita. Kira akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa mereka memiliki mental, karakter, atau watak yang unggul. Mereka memiliki sifat-sifat atau sebagian besar sifat-sifat berikut: (1) religius, (2) bermoral, (3) rajin belajar, (4) rajin bekerja, (5) motivasi tinggi, (6) optimises, (7) ulet, (8) berpikir positif, (9) peduli, dan (10) berani ambil risiko.
Apa pun agama kita, kita akan sependapat bahwa sumber keberhasilan atau sukses hidup adalah Tuhan. Apabila mengalami kegagalan dalam usaha meraih sukses, batin orang yang religius akan tabah karena menganggap kegagalan sebagai ujian Tuhan. Ujian akan membuat kita semakin tabah dan pintar. Bagi orang yang tabah, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Di sinilah falsafah nrimo dalam budaya Jawa pas diterapkan, yaitu menerima kegagalan dengan batin tabah setelah berusaha secara maksimal (tipe orang yang tabah lebih suka menggunakan kata belum berhasil bukan tidak berhasil atau gagal).

Di pihak lain, apabila memperoleh kesuksesan orang yang religius akan bersyukur kepada Tuhan atas karunia-Nya itu. Rasa syukur ini akan mencegahnya menjadi orang yang takabur atau sombong. Orang yang sombong tidak atau kurang rendah hati. Orang yang tidak rendah hati tidak bisa belajar. Orang yang tidak selalu belajar tentang kehidupan akan kalah dalam kompetisi yang semakin berat. Orang yang kalah dalam kompetisi bukanlah orang yang sukses. Orang yang sukses dan bisa bersyukur akan semakin percaya diri bahwa dia akan dapat meraih kesuksesan berikutnya yang lebih besar.

5. Sejauh mana peran moral dalam meraih kesuksesan?


Sekitar pertengahan tahun 2005, dari media massa kita menyaksikan banyak berita tentang sejumlah mantan pejabat negara dan anggota DPRD yang ditangkap, diadili, dan dipenjara karena korupsi. Ketika masih menjabat, mereka begitu populer dan disanjung-sanjung. Moral yang rendah telah mencampakkannya ke jurang yang hina. Keluarga dan anak-anaknya ikut menanggung malu. Kesuksesan yang mereka raih semasa menjabat bersifat semu, tidak langgeng.

Hanya moral yang tinggilah yang mampu menjamin keberhasilan yang sesungguhnya, yang tahan lama. Ini sejalan dengan kata-kata bijak lama, “Harimau mati meninggalkan belang, orang mati meninggalkan nama.”


Sifat rajin belajar bukan hanya monopoli siswa atau mahasiswa yang ingin sukses dalam pendidikannya. Sifat ini juga menjadi syarat utama orang yang sudah bekerja dan ingin sukses.

Berbicara tentang sifat rajin belajar untuk siswa dan mahasiswa sudah biasa. Siswa dan mahasiswa harus rajin belajar kalau ingin mendapat nilai akademik yang tinggi. Bagi mahasiswa yang rajin belajar, bahkan ada bonusnya. Selain nilai akademiknya tinggi, mereka juga dapat mempersingkat waktu kuliahnya. Akan tetapi ada satu hal yang perlu diingatkan bagi siswa dan mahasiswa. Nilai akademik atau indeks prestasi (IP) tinggi saja tidak menjamin hidupnya akan sukses. Untuk terjun ke dalam kehidupan nyata yang penuh dengan persaingan keras, seorang siswa dan mahasiswa harus membekali diri dengan mengasah kecerdasan-kecerdasan lain, seperti keuletan, kemampuan mengendalikan emosi atau kecerdasan emosional, kemampuan bergaul atau kecerdasan sosial, kemampuan berkomunikasi atau kecerdasan bahasa, dan kemampuan bekerja sama (team work). Ini semua sulit diperoleh di ruang kelas atau ruang kuliah. Namun, semua ini mudah diperoleh dalam kegiatan ekstra kurikuler atau berorganisasi.

Bagi orang yang sudah bekerja dan ingin sukses dalam kariernya, sifat rajin belajar ini sangat vital. Karyawan yang memiliki naluri belajar yang tinggi akan bersifat rendah hari, tidak malu bertanya kepada rekan sejawatnya yang lebih tahu dalam rangka meningkatkan kemampuan teknisnya, bahkan membaca buku-buku baru yang berkaitan dengan profesinya.

Banyak karyawan perusahaan swasta yang terjebak pada orientasi gaji. Mereka sering hanya berpikir jangka pendek dan dengan ringan hati akan berpindah-pindah ke perusahaan lain yang berani menawarkan gaji lebih tinggi. Sebaliknya, ada pula karyawan yang mampu berpikir jangka panjang, berorentasi kepada karier jauh ke depan. Mereka baru mau pindah ke perusahaan lain apabila tidak ada lagi yang dapat dipelajari dari tempat kerjanya yang lama.

Prof. Buchori, ahli pendidikan Indonesia, pernah mengatakan Bahwa aktualitas ilmu dan teknologi seorang sarjana yang baru menyelesaikan kuliahnya hanya bertahan tiga tahun. Lewat waktu tiga tahun, ilmu dan teknologinya akan ketinggalan. Jadi, kalau ada karyawan yang sarjana, terlebih guru dan dosen, tidak memiliki etos dan kebiasaan belajar atau membaca, dapat dibayangkan betapa jauh mereka ketinggalan dari perkembangan ilmu dan teknologi.

Dari penjelasan di atas, kita akan sepakat bahwa sifat rajin belajar ini penting bagi siapa saja yang ingin sukses. Bagi siswa dan mahasiswa, fokus belajarnya adalah meningkatkan kemampuan akademiknya. Bagi karyawan atau wirausahawan, fokus belajarnya adalah meningkatkan kemampuan kerja atau kemampuan profesionalnya.


Jawaban pertanyaan ini seperti sudah merupakan sebuah dalil: rajin bekerja merupakan salah satu syarat mama untuk sukses. Ini dapat dibuktikan secara mudah dengan mengamati orang-orang yang sukses di sekitar kita. Orang-orang sukses itu adalah mereka yang rajin dan tekun bekerja.

Tidak ada orang sukses yang malas. Orang yang mempertaruhkan nasib keberuntungannya dengan berjudi pada dasarnya adalah orang yang malas bekerja.

Sayangnya sifat malas ini sudah menjadi penyakit kronis di Indonesia. Sifat malas, ditambah suka melemparkan tanggung jawab sosial dan menyalahkan orang lain, adalah penyakit berat yang melanda Indonesia dewasa ini. Dari sinilah dapat dijelaskan mengapa krisis multidimensi yang melanda Indonesia rak kunjung usai. Padahal, krisis yang sama yang melanda Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia dapat diatasi dalam waktu hanya dua tahun. Salah satu penyebabnya adalah mereka memiliki orang-orang yang rajin bekerja, bahkan banyak di antara mereka yang pantas digelari gila kerja atau workaholic.

Berkaitan dengan sifat rajin, gairah, atau antusias kerja ini, Henry Ford mengatakan, “Dengan antusiasme, Anda bisa melakukan apa saja! Tanpa antusiame tak ada cerita yang berbekas!" Kita percaya akan bobot kata-kata bijak Ford ini karena dia telah membuktikannya dalam kesuksesan hidupnya sebagai industriawan otomotif besar Amerika Serikat. Peninggalannya, seperti merek dagang Ford dalam bidang otomotif dan Ford Foundation yang banyak memberi bantuan dalam pembangunan kebudayaan dan beasiswa, terus dihormati orang sampai sekarang harus sukses seperti orang tuaku, syukur-syukur kalau dapat melampaui kesuksesan mereka!”

Kehidupan masa kecil yang sulit sering kali dapat dijadikan motivator yang dahsyat untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan. Banyak orang sukses di Indonesia yang memiliki latar belakang kehidupan yang susah di masa kecilnya.

Kesulitan masa kecil orang yang sukses sering dijadikan motivator untuk anaknya. “Contohlah Bapak. Dulu waktu kecil hidupnya susah sekali. Karena rajin belajar dan bekerja, sekarang dia bisa berhasil seperti ini!” Orang tua sukses yang masa kecilnya susah itu tak habis mengerti ketika anaknya menjawab, “Dulu ya dulu, Pak. Sekarang zamannya lain. Sekarang tak ada orang susah atau mau susah!” Percakapan ini mencerminkan realita bahwa keuletan dan motivasi untuk sukses dari generasi kedua dari orang sukses tidak sekuat orang tuanya. Dari sini pula bisa dijelaskan mengapa perusahaan-perusahaan keluarga yang sukses di Indonesia tidak bisa bertahan sampai generasi ketiga.

9. Benarkah sifat optimistis berperan penting dalam meraih kesuksesan?


Sifat optimistis jelas sangat berperan dalam meraih kesuksesan atau keberhasilan hidup. Orang yang optimistis adalah orang yang yakin bahwa hari ini lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok akan lebih baik daripada hari ini. Dia memiliki keyakinan atau kepercayaan diri yang kuat untuk mewujudkan hal itu.

Sebaliknya, orang yang pesimistis sering kali memiliki potensi yang dahsyat, tetapi prestasi kehidupannya jauh di bawah standar potensinya itu. Orang yang pesimistis menatap ke depan dengan kacamata kehidupan yang buram. Dia sering kurang percaya diri bahwa dia mampu melakukan sesuatu. Padahal, di mata orang lain hal itu mudah menurut standar potensi yang dimilikinya.

Orang yang optimistis menyikapi kesulitan sebagai tantangan yang bisa ditaklukkan. Dia juga mampu memandang sebuah kegagalan sebagai kesuksesan yang tertunda.

Sifat optimistis bisa memperkuat energi pemiliknya. Sifat optimistis bisa menambah keuletan pemiliknya dalam perjuangan meraih sukses.

10. Apakah sifat tangguh itu berperan penting dalam meraih kesuksesan?


Stoltz (2000) mengatakan bahwa kecerdasan tahan banting, keuletan, atau ketangguhan itu sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam hidupnya.

Setiap menghadapi kesulitan, orang yang ulet akan berpikir bahwa hal itu adalah ujian dari Tuhan. Dia percaya Tuhan memberikan ujian yang tidak melebihi batas kemampuannya. Dia pun percaya bahwa orang yang telah lulus ujian pasti menjadi lebih pintar dan lebih percaya diri dibanding sebelumnya.

Orang yang ulet selalu dapat mengambil hikmah dari setiap ujian atau kesulitan yang dihadapinya. Orang yang ulet juga cepat bangkit dari setiap kegagalan yang dialaminya.

Orang yang ulet umumnya juga bersifat sabar atau tawakal bila sedang mendapat cobaan atau kesulitan. Dia berserah diri kepada-Nya dan memohon kekuatan baru untuk mengatasi kesulitan itu.

11. Benarkah berpikir positif melapangkan jalan menuju kesuksesan?


Berpikir positif tentang orang lain merupakan modal utama untuk membangun kerja sama atau kerja tim dengan orang lain. Tidak ada kerja sama yang dapat dibangun tanpa saling percaya dan menghargai. Kerja sama itu sendiri merupakan kendaraan supercepat untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan.

Lawan berpikir positif adalah berpikir negatif. Orang yang suka curiga kepada orang lain termasuk orang yang terbiasa berpikir negatif. Orang yang suka meremehkan atau memandang rendah potensi orang lain termasuk orang yang terbiasa berpikir negatif. Pikiran negatif dapat mengurung seseorang sehingga sulit berhubungan dengan kesuksesan.

Pakar psikologi mengatakan bahwa berpikir, berucap, dan bertindak negatif itu menguras energi seseorang 99 kali lebih besar dibanding berpikir, berucap, dan bertindak positif.

Pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan ilustrasi berikut. Misalnya, kita pernah menghina rekan kerja kita. Beberapa waktu setelah kejadian itu, kita baru tahu bahwa dia adalah keponakan bos kita. Ketika mengetahui hal itu, hati kita berdebar-debar, khawatir dia akan membalas lewat tangan pamannya atau bos kita. Kekhawatiran itu berlarut-larut, berhari-bari terbawa pulang, sehingga kita sulit tidur. Karena beberapa hari kurang tidur, ditambah berbagai tekanan batin lain sebagai akibat sikap negatif terhadap orang, kesehatan kita terganggu dan prestasi kerja kita pun menu run. Ketika kesehatan dan prestasi kerja kita sedang menu run, tiba-tiba di tempat kerja kita sedang ada proses seleksi promosi jabatan. Walhasil, dalam seleksi dan kompetisi yang sebenarnya terbuka, jujur, dan adil itu kita kalah dari kompetitor kita. Kompetitor yang menang itu akhirnya ditetapkan menjadi atasan baru kita. Lebih celaka lagi, kompetitor yang menjadi atasan baru kita itu adalah rekan kerja yang pernah kita hina dahulu. Nah, sekarang bekerja rasanya seperti di atas bara api! Rugi kan menghina orang?

Coba dulu kita tidak menghina tetapi memuji dia. Keadaan bisa berbcda. Sayang, nasi sudah menjadi bubur.

12. Benarkah sifat peduli dapat mendekatkan kita pada kesuksesan?


Kalau kita memiliki sifat peduli yang tinggi kepada sesama dan lingkungan, kita tidak merugi tetapi justru beruntung. Contoh peduli atau perhatian yang paling sederhana misalnya, walaupun tergesa-gesa, ketika berpapasan dengan tetangga, kita memberi senyum. Kesan simpati mi akan terpelihara di hati tetangga kita itu. Pada suatu saat tetangga itu mendapat peluang bisnis. Dia ingat kita dan akhirnya menawarkan kerja sama kepada kita. Bukankah kerja sama ini peluang untuk menuju kesuksesan!

Berikut ini adalah contoh sifat peduli yang lebih besar. Pada suatu saat, kita menolong orang yang belum kita kenal, yang mendapat musibah kecelakaan lain lintas. Orang itu mendapat luka yang serius dan kalau tidak mendapat pertolongan segera akan membahayakan nyawanya. Kita bawa orang itu ke nimah sakit. Kita pun bersedia menjadi penanggungjawabnya dengan mendepositkan sejumlah uang tertentu. Sebab, dewasa ini banyak rumah sakit yang baru m;iu memberikan pertolongan gawat darurat kalau si korban ada yang menanggung dan menyetorkan sejumlah uang deposit. Pertolongan tidak berhenti sampai di sini. Berandal identitas yang ada pada diri korban, kita dan keluarganya. Keluarganya kita temukan dan kebetulan kurang mainpu. Keluarga itu mengucapkan terima kasih, tetapi memohon agar uang yang kita depositkan itu dijadikan piutang lebih dahulu. Nah, di sini sifat peduli kita diuji.

Dalam menghadapi ujian terhadap sifat-sifat kepedulian kita, ada ungkapan bijak dari dunia pertanian, ‘‘Siapa yang menanam akan menuai.” Kalau kita menanam bibit padi, memeliharanya dengan baik, kita akan menuai padi yang bernas. Kalau kita suka menanam budi baik, suka menolong orang, Tuhan akan mengatur orang lain untuk menolong kita ketika kita sangat memerlukan pertolongan. Pertolongan itu kadang lewat misteri Tuhan: orang yang menolong kita bukan orang yang pernah kita tolong. Mungkin saja keturunan kita yang sering ditolong orang ketika dia mendapat kesulitan.

Dari contoh-contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa kalau kita memiliki sifat terpuji, yaitu suka peduli, menolong, atau memberi, kita tidak akan kehilangan tetapi justru didekatkan kepada keberhasilan hidup.

13. Apakah sifat berani mengambil risiko penting untuk meraih kesuksesan?


Para pembaru atau inovator dan para pembuka usaha atau entrepreneur yang sukses memulai usahanya dengan sifat berani ambil risiko gagal atau bangkrut. Orang yang berani mengambil risiko bukan orang yang nekat atau ngawur. Setelah membuat perhitungan yang cermat, dia berani memulai dan siap gagal.

Dari media massa sering kita saksikan bahwa dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) terlihat banyak orang yang baru siap menang, tetapi belum siap gagal atau kalah. Lebih celaka lagi, mereka yang belum siap gagal itu sering merusak fasilitas-fasilitas publik. Dari contoh ini dapat disimpulkan betapa pentingnya keberanian mengambil risiko dan siap gagal dalam meraih kesuksesan. 

Dengan perhitungan yang matang, berani memulai dan mengambil risiko, dilengkapi dengan ketekunan dan keuletan, ditambah dengan izin Tuhan, banyak pembuka usaha yang sukses. Sebaliknya, tidak ada orang yang sukses kalau tidak berani mengambil risiko dan memulai.

14. Apa kendala utama untuk mengembangkan mental plus?


Ada dua kendala utama untuk mengembangkan mental plus, yaitu sifat malas dan ingin jalan pintas. Salah satu musuh terbesar manusia ialah sifat malasnya. Kalau kita amati orang-orang yang sukses di sekitar kita, kita langsung mudah menyimpulkan bahwa mereka tidak memiliki sifat malas secuilpun. Orang yang sukses adalah orang yang rajin belajar dan bekerja.

Tentu pengertian rajin belajar ini tidak sebatas belajar lewat jalur pendidikan formal, seperti S1 hingga S3. Pengertian belajar juga dapat diartikan langsung terjun ke kawah candradimuka kehidupan. Misalnya, pemuda yang bekerja di bengkel mobil untuk belajar keterampilan teknis otomotif maupun manejemen pengelolaan bengkel. Setelah merasa ilmu dan keterampilannya memadai, dia keluar dari bengkel tempat kerjanya dan memulai usaha bengkel sendiri.

Kendala kedua untuk mengembangkan mental plus adalah godaan untuk menempuh jalan pintas guna mencapai kesuksesan. Pengaruh kehidupan glamor yang dipertontonkan televisi dan kecepatan para selebriti meraih kehidupan glamor tersebut banyak menggoda kaum muda, bahkan juga orang-orang dewasa. Kalau ada jalan pintas atau jalan tol, mengapa harus lewat jalan biasa?

Logika pendek seperti inilah yang telah menyesatkan banyak orang. Kesesatan inilah yang telah mengikis sifat-sifat unggul, seperti semangat belajar, semangat kerja, dan ketabahan menghadapi tantangan. Karena sifat-sifat unggul ini sudah menipis, yang ada dalam pikiran sebagian orang adalah jalan pintas yang negatif. Bentuk jalan pintas yang negatif itu misalnya ingin kaya dengan jalan korupsi, membeli ijazah aspal, atau membeli jabatan.


15. Bagaimana peran pendidikan formal dalam pengembangan mental plus


Sesungguhnya sampai saat ini tidak ada mata pelajaran atau mata kuliah ‘pengembangan mental plus’. Banyak orang yang berharap beberapa mata pelajaran atau mata kuliah seperti agama dan PPKn dapat berperan dalam pengembangan mental plus atau mental unggul para siswa dan mahasiswa. Dalam kenyataan, beberapa mata pelajaran dan mata kuliah yang seharusnya bertanggung jawab pada pengembangan mental unggul itu berubah menjadi sekadar mata pelajaran dan mata kuliah penyampai ilmu pengetahuan. Dalam bahasa ahli psikologi pendidikan, Bloom, mata pelajaran dan mata kuliah ini baru menyentuh aspek kognisi, belum mampu menyentuh aspek afeksi dan motorik. Akibatnya tidak sulit ditebak, mental atau karakter sebagian besar para lulusan sekolah dan perguruan tinggi kita belum berhasil menyentuh predikat unggul. Inilah salah satu sebab mengapa posisi SDM Indonesia menduduki peringkat yang sangat menyedihkan dalam perbandingan dengan bangsa lain.

Setelah membabas kelemahan pengembangan mental plus dalam pendidikan kita, pertanyaan yang lebih penting adalah ‘Bagaimana mengatasi kelemahan pengembangan mental plus dari pendidikan formal ini?’ Ada dua jawaban. Pertama, mata pelajaran dan mata kuliah yang memang bertanggung jawab atas pengembangan mental unggul itu kembali ke esensinya. Tujuan esensial mata pelajaran atau mata kuliah agama, misalnya, adalah mengembangkan mental religius para siswa dan mahasiswanya. Pengetahuan agama sekadar sebagai penunjang untuk mencapai tujuan yang esensial itu. Kedua, semua mata pelajaran dan mata kuliah menyelipkan pengembangan mental unggul itu secara halus dan padu sebagai tambahan mata pelajaran dan mata kuliah itu. Dengan tambahan ini, semua mata pelajaran dan mata kuliah bisa lebih menarik bagi siswa dan mahasiswa serta menjadi lebih terkait dengan kehidupan nyata.

Peluang jawaban kedua di atas besar karena sejalan dengan tujuan Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 yang antara lain mengharuskan agar kompetensi kepribadian dan kompetcnsi sosial para guru dan dosen dikembangkan secara cepat (Hanya diberi toleransi 10 tahun sejak undang-undang ini diberlakukan).

16. Bagaimana peran hegiatan ekstrakurikuler dalam pengembangan mental plus?


Barangkali kita sebagai pembaca artikel ini memiliki peran sebagai orang tua, guru, dosen, pelajar, atau mahasiswa. Apa pun peran kita, mari membahas topik ini karena manfaatnya sangat besar bagi pengembangan mental unggul.

Dalam sistem dan praktik pendidikan kita, belum banyak orang yang menyadari bahwa kegiatan eksrrakurikuler sangat bagus bagi pengembangan mental atau kepribadian siswa dan mahasiswa. Pengembangan mental yang berhasil semasa pendidikan sangat menentukan keberhasilan masa depan siswa dan mahasiswa. Kita ambil contoh kegiatan ekstrakurikuler musik dan pentasnya.

Kegiatan musik bisa merangsang pertumbuhan otak kanan siswa dan mahasiswa. Kalau otak kanan bisa berkembang seimbang dengan otak kiri (yang sudah menjadi fokus hampir semua mata pelajaran dan mata kuliah), kecerdasan, produktivitas, dan kreativitas siswa dan mahasiswa akan tumbuh optimal dan unggul. Contoh tokoh yang sering disebut memiliki keseimbangan pertumbuhan otak kanan dan otak kiri adalah pemenang hadiah Nobel bidang fisika, Albert Einstein.

Mengorganisasi kegiatan pentas musik (pcnsi) sangat bagus untuk mengembangkan mental plus. Mengorganisir pensi memberi siswa dan mahasiswa kesempatan untuk berlatih membangun kerja sama tint, mengatasi kekhawatiran gagal, mengatasi setiap kesulitan dalam persiapan, dan mengatasi ketegangan saat pelaksanaan pentas.

Mental yang terlatih dalam pensi, dalam kegiatan-kegiatan ekstra-kurikuler, dan dalam organisasi itu sangat bermanfaat ketika siswa dan mahasiswa telah menyelesaikan pendidikannya dan terjun dalam kehidupan nyata yang penuh kompetisi keras.

17. Bagaimana pengembangan mental plus di lingkungan kerja?


Bagi kita yang sudah bekerja, pengembangan mental plus lebih menarik dan menantang. Mengapa? Karcna lingkungan kerja kita ibarnt pusat pelatihan yang keras. Siapa yang tumbuh kuat akan lolos dari kerasnya pusat latihan. Siapa yang tidak lolos, yang bermental lembek, tidak akan menjadi apa-apa.

Siapa yang lolos dari pusat pelatihan yang keras, akan menjadi karyawan, pimpinan, atau wirausahawan yang tangguh yang siap memenangkan kompetisi di lingkungan kerja atau usaha.

Bayi Gatot kaca dalam kisah pewayangan yang diceburkan ke kawah candradimuka yang mendidih tumbuh menjadi pemuda sakti sehingga bisa mengalahkan raksasa jahat yang memorakporandakan kahyangan.

Lingkungan kerja yang mengandung banyak intrik, kompetisi yang kadang kala tidak jujur, wabah KKN, dan sebagainya adalah pusat latihan yang keras. Kalau kita lulus ujian, mental kita tumbuh unggul. Kalau mental kita unggul, karier, keberhasilan, atau kesuksesan akan menanti kita.
Readmore → 17 Password Account Sukses Untuk Anda

Friday, 27 January 2017

Cara Menjadi Tenaga Penjual Yang Sukses

Tanam Semangka akan berbuah Semangka
Bagaimana Menjadi Tenaga Penjual yang Sukses. Setiap tenaga penjual ingin sukses. Setiap tenaga penjual bermimpi untuk menjadi yang "top' dalam bidangnya, perusahaannya, atau industrinya. Setiap orang siap bekeija keras supaya bisa berhasil. Tetapi, bekerja keras hanyalah salah satu bagian dari puzzle kesuksesan. Ada bagian-bagian lain—yang sama pentingnya—yang diperlukan untuk menyelesaikan puzzle kesuksesan tersebut Ilustrasi selalu menjadi cara terbaik untuk menjelaskan sesuatu. Maka dari itu, dalam penjelasan ini, saya akan mengilustrasikan prinsip penting ini dengan menggunakan Hukum Petani. Saya yakin setelah Anda membaca penjelasan ini, tiga hal akan terjadi, yaitu:


1.    Prinsip ini akan menjadi sangat jelas bagi Anda.
2.    Anda akan benar-benar tahu apa yang sudah Anda kerjakan dengan benar.
3.    Anda akan tahu apa saja yang telah Anda kerjakan dengan salah selama ini.

Yang PALING PENTING adalah: setelah Anda mengerti poin 1, 2, dan 3; apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?
Seperti yang sudah biasa Anda dengar^, selanjutnya terserah Anda. Jadi, tanpa harus menunggu lagi, mari kita bahas "Hukum Petani" ini.

HUKUM # 1
Bila Anda menanam benih semangka, Anda akan mendapat buah semangka Anda mendapat apa yang Anda tanam.
Dari hukum sederhana ini, kita dapat memetik beberapa pelajaran yang sangat penting:
  1. Sebelum menanam apa pun, pertama-tama kita harus MEMUTUSKAN apa HASIL yang kita ingin CAPAI.
  2. Lalu, kita harus CARI benihnya (dengan kata lain, kita harus MEMILIH aksi apa yang harus kita lakukan untuk MULAI). Ini juga berarti kita harus BERMODAL untuk membeli benihnya!
  3. Setelah itu, kita tanam benihnya. Ini berarti bahwa kita harus mengambil tindakan dan mulai melakukan sesuatu!
  4. Anda harus menanam TERLEBIH DAHULU. Anda tidak dapat berharap mendapat buah TANPA terlebih dahulu menanam. Ada URUTAN yang harus dilalui. Anda tidak dapat melupakan urutan ini! Tanam benihnya, lalu dapatkan buahnya.

Pekerjaan Rumah

  • Buah (hasil) apa yang Anda inginkan dalam karier (kehidupan) Anda?
  • Benih apa yang perlu Anda tanam untuk dapat memperoleh buah-buah tersebut beberapa tahun kemudian?

HUKUM # 2

Setelah menanam benih, Anda harus merawatnya. Perlu PROSES.
Dari hukum ini, ada beberapa pelajaran yang sangat penting:
  1. Setelah kita menanam benih, pekerjaan kita BELUM selesai! Masih ada beberapa hal yang kita HARUS LAKUKAN sebelum kita bisa menikmati buahnya.
  2. Kita perlu memberikan air untuk benihnya dan menyuburkan tanahnya. Hal ini memerlukan:
•    Waktu
•    Usaha
•    Uang (perlu uang untuk menyuburkan tanahnya!)
3.     Walaupun kita masih belum dapat melihat buahnya, kita tetap memberikan air dan menyuburkan tanah dengan rajini Sering kali, Anda harus terus-menerus mengerjakan hal-hal yang harus dilakukan Walaupun belum melihat TANDA-TANDA dari hasil yang diharapkan. Anda tetap melakukan yang benar dan terbaik karena ada sesuatu yang sangat penting: HARAPAN dan KEYAKINAN.
4.    Anda harus mencabut tanaman-tanaman pengganggu, mengusir burung dan serangga. Jika tidak, mereka akan merusak tanaman Anda sebelum siap dipanen. Seringkali dalam petualangan kita mencapai tujuan dan mimpi, 'hama’ dan 'serangga* datang mengganggu dengan komentar-komentar negatif dan menyebabkan kita meragukan kemampuan kita, bahkan bisa membuat kita berubah pikiran dan menyerah! Siapakah di antara teman, rekan kerja, dan anggota keluarga Anda yang menjadi 'hama* dan 'serangga* ini? Apa yang Anda lakukan terhadap mereka? Apakah Anda mentolerir mereka atau mengusir mereka? Para petani mengusir mereka! Petani tidak dapat mentolerir mereka. Bila tidak, keluarganya akan kelaparan! Bagaimana dengan Anda?

5.   Para petani harus melakukan hal-hal ini (memberikan air, menyuburkan, membersihkan tanaman pengganggu, mengusir hama dan serangga, secara TERATUR dan DISIPLIN). Mereka tidak dapat melakukannya bila sedang ingin saja. Suka atau tidak, ingin atau tidak, mereka harus melakukannya. Semua ini butuh konsistensi dan disiplin. Apakah Anda orang yang konsisten dan disiplin?

HUKUM #3

Prosesnya tidak bisa instan. Perlu waktu.

Dari hukum sederhana ini, kita dapat belajar beberapa pelajaran penting:
1.  Bahkan bila sudah melakukan semua hal di atas, kita masih harus MENUNGGU agar tanaman tersebut bisa tumbuh dan buahnya matang. Bila semua ini sudah terjadi, barulah kita bisa memetik buahnya. Kita harus menunggu dengan SABAR. Prosesnya tidak bisa instan!

2.        Ini disebut delayed gratificatlon. Petani tahu bahwa ia harus bekerja keras saat ini agar dapat menikmati hasilnya pada hari esok. Ada WAKTU TUNGGU, la tidak dapat menikmatinya SAAT INI. Bila ia memetik buah yang belum matang, buah tersebut takkan punya nilai di pasar! Kita pun demikian, harus bersabar untuk bisa mendapatkan buah yang matang. Keijakanlah apa yang harus dikeijakan secara konsisten dan tekun, suatu hari nanti Anda pasti akan menikmati buah hasil kerja keras ini.

HUKUM #4

Ada cara yang BENAR dan cara yang SALAH dalam melakukannya.

Dari hukum sederhana ini, kita dapat mempelajari beberapa pelajaran penting:

1. Kebanyakan petani mempelajari apa yang harus dilakukan bagaimana mempersiapkan tanah sebelum ditanami benih, bagaimana dan kapan menanam benih, seberapa sering harus disiram dan diberi pupuk, pupuk macam apa yang digunakan, bagaimana mengusir hama dan serangga, pestisida mana yang harus digunakan, bagaimana memilih buah yang baik, dan buah seperti apa yang sudah siap untuk dipetik—dari pengalaman orangtua mereka. Saya ragu apakah ada banyak petani yang melakukannya secara trialand error. Kebanyakan petani belajar dari orang yang sudah bisa melakukannya dengan baik.

2.   Tentu saja, cara yang benar untuk melakukannya adalah bertanya pada orang yang sudah melakukannya dengan baik, untuk MENUNJUKKAN kepada kita bagaimana caranya. Sering kali. Anda harus mengeluarkan uang atau mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan ilmu dari orang yang sudah berpengalaman tersebut. Yes, youhave to PA Y to leam!

3.    Cara yang salah adalah bertanya pada orang yang belum pemah melakukannya, atau yang sudah mencoba beberapa kali tetapi belum sukses. Sering kali, untuk bertanya pada orang seperti ini tidak diperlukan uang atau pengorbanan, tetapi kualitas dari nasihat yang didapat belum terbukti—dan mungkin bisa berharga lebih mahal bila ternyata nasihat tersebut membuat Anda gagal.

4.    Cara yang paling konyol adalah melakukannya dengan coba-coba (trial and error). Mengapa harus coba-coba? Cara ini sangatlah mahal (uang dan usaha terbuang sia-sia!). Konyol bila Anda melakukannya secara trial and error, padahal sudah ada orang yang pernah melakukannya dengan sukses, dan mungkin siap untuk berbagi dengan Anda. Toko buku penuh buku-buku bagus tentang orang-orang yang sudah sukses melakukannya! Tanyakanlah pada ahlinya! Bayarlah bila perlu, karena nanti malah bisa menghemat uang dan juga usaha Anda di masa depan! Hal ini bisa sangat menghemat proses kurva belajar Anda! Inilah alasan mengapa orang-orang mengambil franchise dari McDonald's, Kentucky Fried Chicken, Starbucks, U Hooker, Sempoa, Global Art, dan lain-lain... Hal ini secara signifikan dapat mengurangi risiko dan akibat fatal dari triai and error!

HUKUM # 5
Waktunya panen (tapi tidak selalu!).

Bila kita melakukan hukum 1, 2, 3, dan 4 dengan benar, kita akan menikmati panen. Kenyataannya, sering kali kita sudah melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan dengan giat dan tekun, tapi tetap saja kita tidak bisa menikmati buah hasil kerja keras itu. Seperti halnya para petani yang menanam benih, menyirami, memberi pupuk, membersihkan rumput-rumput liar, mengusir hama dan burung-burung, mempelajari ilmu yang benar dari petani lain, tetapi tetap saja ia belum dapat menikmati hasil panennya.

Mengapa? Perubahan cuaca yang mendadak (cuaca kadang bisa berubah dan sulit ditebak). Hal lain, bisa jadi karena ada penyakit yang menyerang seluruh tanaman. Maka dari itu, terkadang dalam kehidupan, walaupun kita sudah melakukan semuanya dengan benar, Anda masih tetap belum dapat menikmati hasil panennya, karena hal-hal yang di luar dugaan mungkin dapat terjadi. Mengapa demikian? ini adalah hukum dari bertani!

HUKUM #6 Kurangi Kerugian!

Kadang-kadang sewaktu sang petani kehilangan seluruh tanaman atau benih akibat penyakit ia memutuskan untuk mencabut dan membuang semuanya, la tidak MELANJUTKAN menyirami dan memberi pupuk pada benih atau tanaman yang sudah terkena penyakit la mengurangi kerugiannya. Mengapa? Karena tindakan untuk menumbuhkan benih yang sudah rusak adalah tindakan yang membuang-buang waktu, tenaga, dan biayai Sang petani tidak akan mendapat hasil yang sepadan dari benih yang sudah rusak. Bahkan, bila ia terus melanjutkan usahanya itu, kesuburan dan ruang tanahnya akan terpakai semua untuk benih rusak tersebut.
Jadi, kita harus belajar untuk mengurangi kerugian. Terkadang kita sudah mencurahkan segenap waktu dan tenaga untuk pelanggan prospektif, tetapi ia tetap memutuskan untuk membeli dari orang lain. Jika hal ini terjadi, lebih baik kita mengurangi kerugian. Lupakan dan lanjutkan usaha kita pada pelanggan lain. Memelihara pelanggan yang tidak bisa diharapkan cuma buang-buang waktu, usaha, uang, dan resource Anda. Seperti halnya nanti akan ada kesempatan lain untuk menanam benih baru, maka nantinya akan ada juga pelanggan-pelanggan baru potensial yang bisa Anda dapatkan. Jadi, jangan menangisi benih yang sudah rusak. Kurangi kerugian dan lanjutkan hidup Anda!

Hukum Petani ini sama tuanya dengan alam. Ini adalah suatu kebijaksanaan (wisdom) yang telah bertahan selama berabad-abad. Hukum tersebut sudah dipegang oleh seluruh manusia selama ini dan telah terbukti berhasil untuk semua petani. Prinsip dan hukum ini juga akan berhasil untuk Anda. Jadi, Anda harus memahami hukum ini dengan menganalisis:
  1. Apa saja yang telah Anda lakukan dengan benar.
  2. Apa saja yang telah Anda lakukan dengan salah.
  3. Dan yang paling penting, setelah Anda mengerti nomor 1 dan 2, apa yang akan Anda lakukan untuk mengembangkan performance dan menjadi lebih sukses dari sebelumnya?
Readmore → Cara Menjadi Tenaga Penjual Yang Sukses